(Kolompok 6) SEJARAH PERKEMBANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI INDONESIA DAN DI DUNIA

Sejarah perkembangan DKV di Indonesia


Perkembangan Desain Komunikasi Visual di Indonesia sudah berkembang
sejak zaman kolonial. Mesin cetak pertama kali didatangkan dari Belanda ke
pulau Jawa pada tahun 1659. Namun karena ketiadaan operator, mesin tersebut
menganggur puluhan tahun. Tujuan didatangkan mesin cetak ini erat dikaitkan
dengan niat misionaris untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan
Kristen di Indonesia. Selain kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen, mereka
juga akan menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen
Gambar 2.15. Mesin Cetak ―Faber & Schleider‖ Era Kolonial

Pada Desember 1974 terjadi peristiwa yang dikenal dengan sebutan
Desember Hitam. Pada waktu itu terjadi pergolakan seniman muda yang
memprotes terhadap pemberian penghargaan pemerintah kepada lima pelukis,
yang karyanya dikritisi bercorak seragam, yaitu dekoratif dan lebih ditujukkan
pada kepentingan konsumtif. Persitiwa Desember Hitam ini kelak menjadi cikal
bakal terbentuknya Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) pada tahun 1975. GSRB
menolak batasan antara seni murni dan seni terap, semua kesenian termasuk
desain dianggap sederajat. GSRB ini yang kelak akan memberikan pemahaman
baru tentang seni di Indonesia.
Gert Dumbar, seorang desainer grafis Belanda pada tahun 1977
mengenalkan istilah semiotika dan komunikasi visual di FSRD ITB. Menurutnya
desain grafis tidak hanya menangani percetakan saja tetapi juga gambar bergerak,
display, dan pameran. Dan sejak saat itu istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantian desain grafis. Lalu pada akhir era 1970-an mulai banyak 
bermunculan perusahaan-perusahaan desain grafis yang dipimpin desainer grafis. 
Pada era 1980-an semakin banyak studio-studio desain grafis di Indonesia. 
Menjamurnya studio grafis di masa ini membuat studio grafis dimanapun dituntut 
untuk bisa mengerjakan pekerjaan apapun. Pop Art merupakan gaya yang paling 
umum digunakan pada saat itu. Majalah Tempo dan Zaman termasuk penerbit 
yang menggunakan gaya Pop Art pada sampulnya

Sejarah perkembangan DKV di Dunia

Sejarah Perkembangan Desain Komunikasi Visual
12 Desember 2014 Kesenian



Dalam era globalisasi ini peran Desain Komunikasi Visual tidak terlepas dari kehidupan manusia. Desain Komunikasi Visual, atau yang biasa kita singkat DKV mungkin sudah banyak orang mendengar istilah ini. Sebagian besar orang menggambarkan DKV sebagai pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai penyampaian informasi yang bisa dibaca atau dilihat. DKV dikaitkan dengan penggunaan symbol ,gambar, tipografi, ilustrasi, dan warna.

1. Victorian

Gaya Victorian ini terkesan natural. Terlihat dari berbagai poster dan iklan pada zaman Victorian yang kebanyakan menggambarkan seseorang dengan pose yang terkesan datar, alami dan biasa terjadi di lingkungan sekitar

2. Arts and Crafts

Arts and Crafts muncul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap gaya Victorian yang dianggap terlalu tradisional dan ketinggalan zaman

3. Art Nouveau

Sama seperti Arts and Crafts, Art Nouveau juga menjadi bentuk ketidakpuasan dari Victorian

4. Art Deco

Art Deco muncul sekitar tahun 1925. Sebuah karya Art Deco menampilkan kemewahan, glamour, kejayaan akan permesinan, konsumerisme dan kecepatan pada masa itu

5. Kitsch

Kitsch berasal dari bahasa Jerman yang artinya ‘bad taste’. Dalam dunia seni, kitsch biasa digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu karya itu memliki nilai sentimental yang berlebihan, vulgar dan memiliki maksud tertentu

6. Latemodern

Periode Late Modern didominasi oleh inovasi-inovasi dari Amerika. Gaya ilustrasi ini terinspirasi dari European Avant Garde yang modernist

7. Swiss

Swiss memliki pengaruh besar tehadap perkembangan dunia desain grafis selama lebih dari dua dekade

8. Psychedelia

Psychedelia muncul beriringan dengan budaya hippies yang berkembang pada tahun 1960an. Nama psychedelia berkaitan erat dengan obat psychedelic yang popular di kalangan kaum muda pada saat itu